Lakmud IPNU-IPPNU Gebang Cirebon, Yusuf Ungkap Kaderisasi Harus Tuntas

Lakmud IPNU-IPPNU Gebang Cirebon, Yusuf Ungkap Kaderisasi Harus Tuntas

MEDIA IPNU
– Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kabupaten Cirebon Ahmad Yusuf mengatakan, IPNU IPPNU memiliki tugas fungsional dan substansi yaitu perjuangan kaderisasi, termasuk Lakmud IPNU IPPNU.

Artinya ada empat tahapan yang ditempuh kader, yaitu: perekrutan, pelatihan (Makesta, Lakmud, Lakut), pendidikan, dan pengembangan pendistribusian. Ini harus dituntaskan. Sebab sebagian kader hanya memahami IPNU pada proses pelatihan saja. Padahal tidak.

Hal itu disampaikannya saat menjadi Narasumber Latihan Kader Muda (Lakmud) yang diadakan oleh IPNU IPPNU Kecamatan Gebang, bertempat di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Smart Darul ‘Ulum, Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Sabtu (13/11).

Menurut Yusuf, untuk mentutaskan tahapan itu harus ada percepatan proses yakni proses pelatihan yang efisien. Ini yang ditawarkan pimpinan cabang, agar IPNU IPPNU di tingkat kecamatan tidak hanya mengadakan agenda Makesta saja tapi harus naik level yaitu Lakmud. Sebab output Lakmud IPNU IPPNU adalah Kader Penggerak (Muharrik) sedangkan Makesta hanya anggota atau pengikut.

“PAC memiliki tugas berat, mereka langsung bersentuhan dengan masyarakat hingga tataran desa. Untuk mencapai hal itu, perlu skill manajemen organisasi yang lebih kompeten dan kebutuhan itu gambarannya ada di Lakmud,” katanya.

Selain itu, lanjut Yusuf, IPNU IPPNU hari ini harus berpikir transformatif. Tidak hanya wadah perkhidmatan tapi juga sebagai solusi persoalan bagi para anggota bahkan masyarakat secara umum.

“Kalaupun IPNU IPPNU dimaknai sebatas perkumpulan dan bersifat amaliyah, malah cenderung kurang menarik. Padahal IPNU IPPNU menawarkan pengembangan diri dan mempunyai relasi. Silahkan berproses untuk menunjang keberlangsungan kedepan. Tergantung kita mau apa engga,” jelas Yusuf.

Terakhir, kata dia, meskipun terlalut dalam dinamika pengkaderan, jangan juga lalai terhadap nilai-nilai ke-NU-an. Ia menawarkan semisal IPNU IPPNU harus menjadi pesantren bagi orang-orang yang tidak mesantren.

“Terlepas metodenya bakal berbeda. Tapi tawaran keilmuan pesantren bisa tuh diinisiasi dari IPNU-IPPNU. Contoh IPNU harus menjadi pesantrennya pelajar. Kan menarik dan itu yang harus dipikirkan bersama. Jangan selesai dipelatihan saja, karena tugas pasca menjadi kader itu berat, tinggal bagaimana kita mendistribusikan kemampuan kita,” pungkas Yusuf.(rf/dh)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama