PD PRT IPNU IPPNU Terbaru Hasil Kongres di Cirebon 2018 (pdf)

PD PRT IPNU IPPNU Terbaru Hasil Kongres di Cirebon 2018 (pdf)
PD PRT IPNU IPPNU Terbaru Hasil Kongres di Cirebon 2018 (pdf)

MEDIA IPNU - Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga adalah produk hukum tertinggi di IPNU IPPNU. PD PRT IPNU IPPNU terbaru adalah hasil Kongres di Cirebon Tahun 2018. Memang dua bulan lagi akan ada Kongres, namun sebelum Kongres berlangsung, maka perlu ada bekal untuk menelaah ulang PD PRT yang kini berlaku. Karena dalam Kongres tentu akan membahas ulang PD PRT ini. Berikut ini akan kamibagikan file dalam format pdf dari PD PRT IPNU IPPNU Terbaru Hasil Kongres di Cirebon Tahun 2018 (link download ada di paling bawah artikel ini).

Ikuti Polling Calon Ketua Umum PP IPNU Periode 2022-2025 di SINI.

HASIL KONGRES XIX DI CIREBON 2018

PD PRT IPNU IPPNU Terbaru Hasil Kongres di Cirebon 2018 (pdf)
Cover PD PRT IPNU Terbaru Hasil Kongres di Cirebon 2018 (pdf)

Untuk IPNU, Nahdlatul Ulama tidak cuma dimaknai selaku organisasi keagamaan, social-kemasyaratan ataupun ruang buat menjaga tradisi serta Aqidah Ahlu Sunnah Wal Jam’ ah An- Nahdlyah tetapi pula selaku pusat pengorganisiran seluruh berbagai kegiatan yang mempunyai kepribadian tertentu pula selaku entitas buat tiap orang dengan mempunyai ghirroh yang sama supaya ikut serta dalam kerja- kerja pengkhidmatan. 

Apabila IPNU merupakan kawah candradimuka hingga tiap energy yang timbul karena keberpihakan serta keterpanggilan buat tetap dapat berproses di NU perihal ini melatarbelakangi sesuatu ikhtiar supaya tiap orang dapat menciptakan jalur hidupnya, terlebih dalam suasana yang penuh ketidakpastian serta kebimbangan pada Abad Milenial ini,

IPNU tidak cuma dituntut buat memantapkan pandangan hidup tetapi pula mesti menanggapi bermacam tantangan yang timbul. Karena jelas Khittoh IPNU merupakan Khittoh pengkaderan untuk NU berbasis umur dengan komitmen serta intensitas yang dilaksanakan dalam tiap kegiatanya. Tidak hanya itu, ditinjau dalam basis- struktural dan coraknya, IPNU jadi salah satunya Banom di NU yang dapat mengintegrasikan potensi- potensi produktif dari bermacam zona serta latar balik pembelajaran dalam NU. Kader- kadernya terdiri santri, pelajar, mahasiswa serta anak muda desa- kota yang tidak berstatus pembelajaran. 

Perihal ini bukan saja karna sifat IPNU yang hetrogen, tetapi pula jati diri IPNU yang sanggup mengaktualisasikan uraian turost( Kitab Kuning) ilmu- ilmu agama serta universal jadi satu perihal yang silih bersinergi. Maksudnya IPNU memiliki kedudukan berarti dalam membangun pemahaman berNU dari pengenalan hendak nilai- nilai pengkidmatan, memperjuangkan NU, transformasi dari pemahaman kuktural jadi struktural, memantapkan yang awal mulanya cuma aqidah serta amaliyah hingga fikroh serta harokah pasti pula berbasis umur, ataupun latar balik pembelajaran perihal ini jelas untuk masyarakat NU memiliki konsekwensinya tertentu hendak berbeda metode uraian serta aktualisasi NU dari yang BerIPNU dengan yang tidak lewat IPNU.

Landasan organisasi yang terdapat pada IPNU tidak lepas pada 8 point: 1. Ukhwah: Ukhwah- Nahdlyyah, Ukhwah- Islamiyah, Ukhwah- Wathoniyyah, Ukhwah Basyariyah. 2. Amanah 3. Ibadah (Dedikasi) 4. Asketik (Kesederhanaan) 5. NonKolaborasi 6. Komitmen pada Krop 7. Kritik- Otokritik 8. Learning Organization (organisasi pendidikan). Ini kesemuanya wajib jadi sendi- sendi prinsip serta nilai dalam diri tiap Anggota serta Kader.

Kedelepan itu pula jadi landasan dalam teknis gerakan IPNU, harokah organisasi ini mesti memiliki nilai kokoh buat mendesak pergantian serta kemajuan. Tahapan organisasi pula dapat diawali dari gimana menyusun strategi penguatan serta kematangan intelektualitas supaya Anggota serta Kader kita terdidik, memperluas uraian, mematuhi tiap peraturan yang disepakati dan mepertajam metode serta teori pengorganisiran biar Anggota serta Kader kita terorganisir, terakhir bagiaman perwujudan organisasi membentuk satu kepatuhan yang berjalan terstruktur serta sistematis memantapkan dari dasar ke atas hingga pada satu napas gerakan yang dijalankan secara terpimpin.

Jadi serinci apapun teori, sematang apapun konsepsi kala tidak mempunyai kehendak kokoh, pemahaman menggerakan serta pemikiran maju yang tetap bersentuhan dengan medan lapangan hingga hingga kapapun tidak hendak dapat membentuk kader yang terdidik~terorganisir- terpimpin: Terdidik karna mempunyai basis pengatahuan, moralitas dan teguhnya tanggung jawab. Terorganisir karena menguasai diktat organisasi, latar balik, kiprah, pernanan serta donasi.

Terpimpin karna dapat melebur dari ego personal jadi kolektif, menguasai posisi, yang membawakan kesatuan serta persatuan cita- cita serta harapan bersama dalam roda arahan serta intruksi yang berlandaskan kepentingan merata untuk kemajuan bersama.

IPNU selaku organisasi yang jadi Banom berarti untuk NU, dalam tiap kiprahanya dari masa ke masa berjalan secara dinamis, tiap tantangan yang timbul dihadapinya dengan penuh kebulatan tekad, tiap perkara kebangsaan serta keindonesiaan, IPNU ikut ikut serta dan mendesak problem solving dengan bermacam berbagai metode. Aktor organisatoris IPNU ikut pula tiap arah gerakanya berkontribusi pada tata nilai kebaikan baik untuk masyarakat NU ataupun warga luas. Kongres IPNU ke XlX kemarin yang diadakan di Pon- Pes KHAS Kempek Kabupaten Cirebon Jawa Barat menandai bermacam perihal dalam kedinamisan organisasi ini, banyak keputusan yang lahir jadi pemantik supaya organisasi berjalan ke arah yang lebih baik lagi.

Tidak hanya komitmen buat ekspansi organisasi, pemerataan kaderisasi sebagian jadwal nasional pula jadi titik pijak PP IPNU saat ini supaya banyak inovasi serta kreativitas tertentu dalam memberi warna ekspedisi organisasi, perihal perihal inilah yang mendorong Ketua Umum kita Rekan Aswandi Jaelani memusatkan supaya tiap faktor kepengurusan dapat silih bekerjasama, bahu-membahu dengan semangat yang sama membawakan organisasi ini memiliki prestasi, baik kancah nasional ataupun internasional.

Integritas IPNU selaku ruang buat meneguhkan Kaderisasi NU pada tingkat umur 13- 27 jadi sesuatu perihal yang wajib dikerjakan secara kolektif, tingkatkan kapasitas serta pemberdayaan Anggota serta Kader disatu sisi dengan merapihkan Admistrasi serta perkakas organisasi disisi yang lain jadi perihal yang silih berkelindan, banyak pekerjaan rumah tangga organisasi yang wajib dibenahi satu persatu, lambat- laun koonsolidasi organisasi dapat jadi perekat utama selaku motor penggerak organisasi. 

Alih- alih cuma selaku titik temu entitas Nahdlyyin, IPNU jadi titik gerak seluruh kemampuan progresif yang timbul apabila komitmen ini terus istiqomah dijalankan dan mempunyai disiplin yang kokoh, hingga bukan tidak bisa jadi Kader- kader IPNU nanti tidak cuma mengisi estafet organisasi di NU tetapi memiliki donasi untuk ekspedisi Rebuplik ini.

Wal Hasil, PP IPNU tidak cuma representasi hendak keterpusataan regulasi serta keputusan- keputusan berarti hendak organisasi, tetapi pula ukuran persuasif buat mendorong kemajuan kepemimpinan dibawahnya.

Menenggarai perihal ini hendak banyak ikhtiar dicoba baik secara konsepsi maupun praksis dalam mengimplementasikan hasil dari Kongres IPNU ke XIX di Kabupaten Cirebon 2018. Hingga telah sepatutnya kita bersama mengawal dan melaksanakan, putusan- putusan yang lahir dari Kongres tersebut selaku satu pijakan buat mendesak organisasi bergerak lebih maju lagi, yakin pada proses yang wajib ditempuh, pastikan kalau khidmah kita dalam melaksanakan kerja- kerja organisasi menjadikan amal sholeh untuk kehidupan kita semua.

HASIL KONGRES XVIII DI CIREBON 2018

PD PRT IPNU IPPNU Terbaru Hasil Kongres di Cirebon 2018 (pdf)
COVER PD PRT IPPNU Terbaru Hasil Kongres di Cirebon 2018 (pdf)

Kongres XVIII Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) pada 21- 24 Desember 2018 Meter, yang bersamaan dengan 13–16 Robi’ ul Akhir 1440 H, berlangsung di Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon, Jawa Barat.

Kongres ini menciptakan beberapa saran berarti buat membangun organisasi IPPNU ke depan. Kongres PP IPPNU ialah forum permusyawaratan paling tinggi dalam IPPNU yang diadakan tiap 3 tahun sekali. Kongres XVIII sudah sukses memberi tahu pertanggungjawaban pimpinan pusat, mangulas kembali Peraturan Bawah serta Peraturan Rumah Tangga( PDPRT), GBPPP, saran IPPNU, serta memilih ketua umum baru.

Selaku organisasi kader serta tubuh otonom yang jadi andalan Nahdlatul Ulama, paling utama dalam melaksanakan kaderisasi serta memantapkan bangunan Islam Ahlussunnah Wal Jama’ ah An Nahdliyah di golongan pelajar gadis nusantara, kita seluruh butuh mulai bergerak sesegera bisa jadi dan melaksanakan roda organisasi IPPNU dengan metode yang terbaik serta efisien. Bagaimanapun, tantangan ke depan hendak terus menjadi berat. Dunia pelajar putri beserta segenap dinamika di dalamnya jadi suatu yang butuh buat diperbaiki secara selalu serta diusahakan buat jadi lebih baik.

Secara universal, buku yang muat hasil Kongres XVIII 2018 PP IPPNU ini sangat berarti buat jadi pedoman utama serta acuan pokok dalam tiap penyelenggaraan teknis, administratif, ataupun manajerial IPPNU. Di dalamnya muat syarat serta pedoman pokok tentang PD PRT IPPNU. Sebab itu, tiap pengurus wilayah, pengurus cabang, pengurus anak cabang, sampai pengurus komisariat IPPNU butuh menjadikannya selaku pedoman baku dalam melaksanakan ketentuan organisasi.

Buku ini sudah lewat proses penataan, penyuntingan, serta penyempurnaan dalam waktu yang relatif lama. Walaupun demikian, anjuran serta masukan dari para kader serta pengurus senantiasa jadi perihal berarti demi revisi ke depan.

Kami mengantarkan terima kasih kepada segenap pihak yang sudah menolong proses penataan buku ini. Mudah- mudahan ke depan, kita bisa melaksanakan ketentuan dalam berorganisasi secara lebih baik, tertib, serta handal dalam mengelola IPPNU.

LINK DOWNLOAD PD PRT IPNU IPPNU

FILE PD PRT IPNU | DOWNLOAD

FILE PD PRT IPPNU | DOWNLOAD

Silahkan download file tersebut dengan klik download di atas. PD PRT IPNU IPPNU ini akan berlaku hingga diterbitkannya hasil Kongres XX IPNU dan Kongres XIX IPPNU bulan Agustus mendatang. PD PRT hasil kongres biasanya diterbitkan setelah 3 sampai 6 bulan setelah Kongres.(red) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama