PC IPNU IPPNU Pidie Jaya Aceh Gelar Makesta dan Konfercab, Komitmen Jaga Nilai Aswaja

PC IPNU IPPNU Pidie Jaya Aceh Gelar Makesta dan Konfercab, Komitmen Jaga Nilai Aswaja
PC IPNU IPPNU Pidie Jaya Aceh Gelar Makesta dan Konfercab, Komitmen Jaga Nilai Aswaja

MEDIA IPNU - Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU IPPNU) Kabupaten Pidie Jaya Aceh menggelar Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) dan Konferensi Cabang (Konfercab) pada Sabtu (14/2/2026).

Ketua Pelaksana Makesta IPNU-IPPNU Pidie Jaya, Zuy Zaifal Bariq, mengatakan bahwa materi ke-NU-an menjadi fondasi penting bagi anggota baru agar dapat memahami NU secara lebih menyeluruh dan mendalam.

Senada dengan itu, Sekretaris Pelaksana Makesta IPNU-IPPNU Pidie Jaya, Nadia Maulida, menekankan bahwa jargon Belajar, Berjuang, Bertaqwa tidak boleh berhenti pada slogan, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan konkret, termasuk dalam penggunaan ruang digital secara bijak dan produktif.

Ia berharap Makesta tidak hanya melahirkan anggota baru secara administratif, tetapi juga mencetak kader pelajar Nahdliyin yang memiliki identitas ideologis yang kokoh. “(Dan) literasi digital yang baik, serta komitmen menjaga dan mengembangkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah di tengah perubahan zaman,” harapnya.

Selain itu, kader IPNU-IPPNU Kabupaten Pidie Jaya Aceh juga didorong untuk memiliki kecakapan digital dan mampu menjadi kreator konten Islam yang ramah, toleran, dan santun.

Pesan tersebut disampaikan Tgk Zahari saat menjadi pemateri utama dalam kegiatan itu. Dalam penyampaian materi Ke-NU-an, Tgk Zahari yang merupakan Sekretaris PCNU Pidie Jaya periode sebelumnya, menegaskan urgensi penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di kalangan pelajar.

Ia juga mengulas posisi strategis NU di tengah perkembangan era digital serta pentingnya membangun kesadaran generasi muda Nahdliyin terhadap peran organisasi. Menurutnya, pemahaman ke-NU-an tidak cukup hanya terbatas pada praktik amaliyah seperti tahlilan, yasinan, maulid, atau ziarah kubur. Kader pelajar perlu memahami struktur organisasi, manhaj fikrah (cara berpikir), harakah (gerakan), serta amaliyah yang menjadi fondasi NU sejak awal berdirinya.

“NU berdiri untuk menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, merawat tradisi, dan membangun peradaban. Di era digital ini, tantangannya bukan hanya soal ibadah, tapi juga perang narasi di media sosial,” ujar Tgk Zahari.

Ia menjelaskan, generasi Nahdliyin saat ini hidup dalam derasnya arus informasi. Tanpa pemahaman ke-NU-an yang kuat, pelajar berisiko mudah terpapar paham keagamaan yang tekstual, radikal, bahkan intoleran yang beredar melalui berbagai platform digital.

Karena itu, ia menilai IPNU dan IPPNU memegang peran strategis sebagai benteng ideologis pelajar NU. Organisasi ini tidak sekadar menjadi ruang aktivitas, tetapi juga wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, sekaligus penguatan literasi digital berbasis nilai Aswaja.

“Anak-anak IPNU-IPPNU harus melek digital. Jangan hanya jadi pengguna media sosial, tapi jadilah produsen konten yang menebarkan Islam ramah, toleran, dan santun,” tegasnya.

Ia juga mengajak kader pelajar untuk aktif mengisi ruang digital dengan narasi moderasi beragama, dakwah yang menyejukkan, serta edukasi keislaman berbasis turats dan tradisi ulama.

Menurutnya, penguatan ke-NU-an di era digital perlu ditempuh melalui dua jalur, yakni penguatan ideologi secara internal dan perluasan dakwah digital secara eksternal.

“Kalau kita tidak mengisi ruang digital, maka ruang itu akan diisi oleh orang lain. Maka kader Nahdliyin harus hadir dengan gagasan, bukan hanya komentar,” katanya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya sinergi antara struktur NU dan badan otonom pelajar dalam proses kaderisasi. Ia mengingatkan bahwa banyak warga Nahdliyin secara amaliyah menjadi bagian dari NU, namun belum sepenuhnya memahami organisasi dan proses kaderisasinya.

“IPNU dan IPPNU adalah jantung kaderisasi pelajar. Di sinilah lahir calon-calon pemimpin NU masa depan. Maka penguatan ke-NU-an harus dimulai sejak pelajar,” tambahnya.

Kontributor: Helmi Abu Bakar

Baca juga:

INFO: Ikuti terus informasi berita terikini dari Media IPNU dengan follow Instagram @mediaipnu. Anda juga bisa ikut berkontribusi mengirimkan esai, opini, atau berita kegiatan IPNU IPPNU di daerah Rekan/Rekanita dengan mengirim email ke redaksimediaipnu@gmail.com atau klik di SINI.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama