Raker PK IPNU IPPNU Ponpes Assa’adah Depok Teguhkan Kaderisasi dan Program Berdampak

Raker PK IPNU IPPNU Ponpes Assa’adah  Depok Teguhkan Kaderisasi dan Program Berdampak
Raker PK IPNU IPPNU Ponpes Assa’adah  Depok Teguhkan Kaderisasi dan Program Berdampak

MEDIA IPNU - Pimpinan Komisariat (PK) IPNU–IPPNU Pondok Pesantren Assa’adah Kota Depok menggelar Rapat Kerja (Raker) pada Senin (16/2) sebagai langkah strategis dalam menyusun dan merancang program kerja satu periode ke depan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Pengasuh Ponpes Assa’adah, KH Abdul Mujib, Wakil Tanfidziyah PCNU Kota Depok, Ust. Triyono, Ketua PC IPNU Kota Depok, Sahal, serta para asatidz dan asatidzah yang senantiasa mendampingi proses kaderisasi di lingkungan pesantren.

KH Abdul Mujib dalam arahannya, menegaskan bahwa IPNU–IPPNU merupakan masa pembelajaran dan orientasi awal dalam berkiprah di Nahdlatul Ulama.

Ia membagikan pengalaman panjangnya berorganisasi di tubuh NU, mulai dari IPNU sebagai Sekretaris Cabang dan Pengurus Wilayah IPNU Jawa Timur pada era 1990-an, kemudian di Ansor hingga menjadi Mabincab, di PMII sampai Mabincab, hingga di PKB sebagai anggota dewan.

“IPNU adalah masa pembelajaran dalam berkiprah di NU dan masa orientasi untuk mengenal serta terbiasa dengan tradisi NU. Kalian harus tahan terhadap gempuran paham di luar an-Nahdliyah, termasuk gozwatul fikri. Mampulah memilah dan memilih pemikiran yang tidak bertabrakan dengan ajaran NU. Bangun fondasi keyakinan dan yakini bahwa NU adalah ashabul haq,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa aktivis adalah mereka yang mampu mengaktualisasikan diri dan terjun langsung ke masyarakat. Santri, menurutnya, merupakan agent of social change yang dituntut menjadi pribadi saleh secara individual sekaligus saleh secara sosial.

Harapannya, kader IPNU–IPPNU dapat melanjutkan estafet perjuangan ke jenjang berikutnya, seperti PMII, Ansor, KOPRI, maupun Fatayat, sehingga kesinambungan kaderisasi tetap terjaga.

Terkait program kerja, KH Abdul Mujib berpesan agar PK IPNU–IPPNU Assa’adah menyusun program yang terukur dan memberi kebermanfaatan nyata.

Program tidak perlu banyak secara kuantitas, tetapi harus kuat secara kualitas dan berdampak dalam membangun kapasitas diri kader serta meningkatkan kepekaan sosial terhadap lingkungan.

Senada dengan hal tersebut, Ust. Triyono berharap Raker ini mampu melahirkan program kerja yang brilian dan dapat menjadi contoh bagi PK IPNU–IPPNU lainnya di Kota Depok. “Semoga program yang disusun bisa menjadi panduan dan rujukan bagi komisariat lain,” ujarnya.

Sementara itu, Sahal menyampaikan apresiasi kepada para kiai, asatidz, dan asatidzah yang telah konsisten mendukung eksistensi PK IPNU–IPPNU Ponpes Assa’adah dari tahun ke tahun.

Ia menegaskan bahwa penyusunan program kerja harus berorientasi pada esensi perjuangan pelajar dan santri.

“Program kerja tidak perlu banyak, tetapi harus menyentuh hal-hal esensial yang memang perlu diperjuangkan. Semoga dari sini lahir program-program berdampak positif yang mampu mencetak kader santri yang cerdas secara intelektual dan matang secara spiritual,” tuturnya.

Rapat Kerja ini menjadi momentum penguatan ideologis sekaligus konsolidasi gerakan pelajar NU di lingkungan pesantren. Dengan fondasi keyakinan yang kokoh serta program yang terukur dan berdampak, PK IPNU–IPPNU Ponpes Assa’adah optimistis dapat melahirkan kader-kader tangguh yang siap melanjutkan perjuangan NU di masa mendatang.(dn)

Baca juga:

INFO: Ikuti terus informasi berita terikini dari Media IPNU dengan follow Instagram @mediaipnu. Anda juga bisa ikut berkontribusi mengirimkan esai, opini, atau berita kegiatan IPNU IPPNU di daerah Rekan/Rekanita dengan mengirim email ke redaksimediaipnu@gmail.com atau klik di SINI.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama