Mandataris Ketua atau Mandataris Konferensi, Mana yang Tepat?

Mandataris Ketua atau Mandataris Konferensi, Mana yang Tepat?
Mandataris Ketua atau Mandataris Konferensi, Mana yang Tepat? | Gemini AI

MEDIA IPNU - Dalam dinamika organisasi pelajar seperti Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama, istilah sering kali bukan sekadar pilihan kata. Ia mengandung makna kelembagaan, legitimasi, dan bahkan tradisi organisasi. Salah satu istilah yang kerap menimbulkan pertanyaan adalah: lebih tepat disebut Mandataris Ketua atau Mandataris Konferensi?

Pertanyaan ini biasanya muncul setelah sidang pleno pemilihan dalam forum resmi seperti Konferensi Wilayah (Konferwil), Konferensi Cabang (Konfercab), Konferensi Anak Cabang (Konferancab), hingga Kongres. Setelah ketua terpilih ditetapkan, muncul 'perdebatan kecil' dalam penyusunan berita acara atau rilis media: istilah mana yang benar?

Memahami Makna “Mandataris”

Secara bahasa, mandataris berarti penerima mandat. Dalam konteks organisasi, mandat adalah amanah atau kewenangan resmi yang diberikan oleh suatu pihak kepada seseorang untuk menjalankan tugas tertentu.

Yang menjadi kunci adalah: siapa pemberi mandatnya?

Jika mandat diberikan oleh forum tertinggi organisasi, maka penerimanya disebut Mandataris Konferensi.
Jika mandat diberikan oleh seorang ketua kepada orang lain untuk menjalankan tugas tertentu, maka orang tersebut dapat disebut sebagai mandataris ketua.

Perbedaan ini terlihat sederhana, tetapi secara struktural sangat penting.

Forum Tertinggi sebagai Sumber Mandat

Dalam IPNU-IPPNU, forum konferensi adalah pemegang kedaulatan tertinggi di tingkatannya.

  • Konferwil adalah forum tertinggi di tingkat wilayah (provinsi).
  • Konfercab adalah forum tertinggi di tingkat cabang (kabupaten/kota).
  • Konferancab adalah forum tertinggi di tingkat kecamatan.
  • Kongres adalah forum tertinggi di tingkat nasional.

Ketika seorang kader terpilih sebagai ketua melalui mekanisme sidang pleno dalam forum tersebut, ia menerima mandat langsung dari peserta konferensi. Dengan demikian, ia adalah Mandataris Konferensi (atau Mandataris Kongres di tingkat nasional).

Istilah ini menegaskan bahwa legitimasi kepemimpinan berasal dari keputusan kolektif forum, bukan dari individu tertentu.

Mengapa “Mandataris Ketua” Kurang Tepat?

Istilah “Mandataris Ketua” secara logika berarti seseorang yang menerima mandat dari seorang ketua. Artinya, sumber mandatnya adalah individu, bukan forum.

Dalam praktik organisasi, istilah ini bisa digunakan ketika ketua memberikan pelimpahan tugas, misalnya kepada wakil ketua untuk memimpin rapat atau menjalankan program tertentu. Namun, istilah tersebut tidak tepat digunakan untuk menyebut ketua terpilih hasil konferensi.

Ketua terpilih bukan penerima mandat dari ketua sebelumnya. Ia menerima mandat dari forum tertinggi organisasi. Karena itu, penyebutan yang tepat adalah Mandataris Konferensi.

Lebih dari Sekadar Istilah

Dalam tradisi organisasi seperti IPNU-IPPNU, istilah bukan hanya formalitas. Ia mencerminkan budaya demokrasi, musyawarah, dan kolektivitas. Menyebut ketua terpilih sebagai Mandataris Konferensi berarti mengakui bahwa:

  1. Kepemimpinan lahir dari forum tertinggi.
  2. Ketua terikat pada keputusan konferensi.
  3. Amanah yang diemban bersifat kolektif, bukan personal.

Dengan demikian, istilah ini memiliki dimensi etis dan organisatoris.

Kesimpulan

Jika merujuk pada tata organisasi dan sumber legitimasi, maka jawaban atas pertanyaan “Mandataris Ketua atau Mandataris Konferensi, mana yang tepat?” adalah jelas:

Yang tepat adalah Mandataris Konferensi.

Istilah ini sesuai dengan struktur organisasi IPNU-IPPNU dan menegaskan bahwa kepemimpinan adalah amanah hasil keputusan forum tertinggi. Memahami dan menggunakan istilah yang tepat bukan hanya soal bahasa, tetapi juga soal menjaga tradisi organisasi yang demokratis dan berlandaskan musyawarah.

Baca penjelasan lain: Mandataris Konferensi vs Mandataris Ketua

Baca juga:

INFO: Ikuti terus informasi berita terikini dari Media IPNU dengan follow Instagram @mediaipnu. Anda juga bisa ikut berkontribusi mengirimkan esai, opini, atau berita kegiatan IPNU IPPNU di daerah Rekan/Rekanita dengan mengirim email ke redaksimediaipnu@gmail.com atau klik di SINI.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama