MEDIA IPNU — Tahun
Baru Hijriah sering kali dimaknai sebagai momentum refleksi. Kita diajak
menengok kembali perjalanan yang telah dilalui, sekaligus memikirkan jejak apa
yang akan kita tinggalkan untuk masa depan. Dalam konteks tersebut, hijrah
sesungguhnya tidak hanya berbicara tentang perpindahan tempat atau perubahan
perilaku pribadi. Hijrah juga dapat dimaknai sebagai perpindahan cara pandang,
termasuk dalam memandang pengetahuan dan ingatan.
Rifky Khairy Wakil Ketua PW IPNU Jawa Barat
Di tengah pesatnya pembangunan dan perubahan sosial yang
berlangsung di berbagai daerah, upaya mendokumentasikan pengalaman,
pengetahuan, dan identitas lokal menjadi semakin penting. Berangkat
dari kesadaran tersebut, Wakil Ketua PW IPNU Jawa Barat, Rifky Khairy,
menerbitkan buku Bogor Belum Selesai Ditulis, sebuah karya yang berupaya
merekam Kabupaten Bogor melalui perpaduan sastra, sejarah, budaya, lingkungan,
data, dan refleksi sosial.
Buku
yang diterbitkan oleh Forepoe Id Creative Chapter pada Juni 2026 ini lahir dari
kegelisahan sederhana: mengapa begitu banyak cerita tentang daerah yang
perlahan menghilang tanpa sempat didokumentasikan? Mengapa masyarakat sering
kali lebih mengenal tempat lain dibandingkan lingkungan tempat mereka sendiri
tumbuh dan berkembang?
![]() |
"Setiap
generasi mewarisi pengalaman dan pengetahuan dari generasi sebelumnya.
Pengalaman dapat hilang bersama pergantian zaman, tetapi pengetahuan dapat bertahan
apabila didokumentasikan. Di sinilah literasi menemukan relevansinya,"
ujar Rifky.
Sebagai
kader Nahdlatul Ulama, Rifky memandang tradisi menulis bukan sekadar aktivitas
intelektual individual, melainkan bagian dari tanggung jawab keilmuan. Tradisi
tersebut memiliki akar yang kuat dalam sejarah NU, di mana para ulama tidak
hanya menjadi pengajar dan penggerak masyarakat, tetapi juga meninggalkan jejak
pemikiran melalui kitab, risalah, manuskrip, dan berbagai karya tulis yang
dapat dipelajari lintas generasi.
Dalam
pandangannya, kaderisasi tidak cukup hanya melahirkan pemimpin. Kaderisasi juga
harus melahirkan produsen pengetahuan yang mampu mengubah pengalaman menjadi
gagasan dan gagasan menjadi karya.
Gagasan
tersebut kemudian menjadi salah satu fondasi lahirnya Bogor Belum Selesai
Ditulis. Melalui buku setebal 194 halaman tersebut, Rifky berusaha menghadirkan
wajah Kabupaten Bogor secara lebih utuh.
Bagi
Rifky, menulis tentang daerah merupakan salah satu bentuk aktualisasi nilai
Hubbul Wathan Minal Iman. Kecintaan terhadap tanah air tidak selalu diwujudkan
melalui tindakan besar. Kadang-kadang ia hadir dalam bentuk yang sederhana:
mengenali lingkungan sendiri, memahami sejarah daerah, merawat kebudayaan
lokal, lalu mendokumentasikannya agar tidak hilang ditelan waktu.
Selain
aktif dalam gerakan literasi dan pengembangan masyarakat, Rifky Khairy saat ini
menjabat sebagai Wakil Ketua PW IPNU Jawa Barat. Ia juga pernah mengemban
amanah sebagai Ketua PC IPNU Kabupaten Bogor periode 2022–2024.
Dalam
bidang kepenulisan, Rifky telah menghasilkan sejumlah karya, di antaranya
Ritual Perjalanan, Beragama Seperti Politisi, Antologi Kejuaraan Nasional,
Catatan Pelajar Nusantara, serta berbagai karya lainnya yang berangkat dari
perhatian terhadap isu pendidikan, kebudayaan, lingkungan, kepemudaan, dan
pembangunan masyarakat.
Profil
Penulis
Rifky Khairy merupakan pegiat literasi, penulis, dan kader Nahdlatul Ulama asal
Kabupaten Bogor. Saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua PW IPNU Jawa Barat dan
pernah menjabat sebagai Ketua PC IPNU Kabupaten Bogor periode 2022–2024.
