Berbagai Jenis Pendidikan Tinggi di Indonesia untuk Calon Maba

Berbagai Jenis Pendidikan Tinggi di Indonesia untuk Calon Mahasiswa Baru 2022
Foto: freepik.com


MEDIA IPNU - Berbagai Jenis Pendidikan Tinggi di Indonesia. Rekan-Rekanita yang saat ini telah duduk dibangku kelas 3 SMA atau yang baru lulus pasti banyak yang penasaran tentang dunia kampus atau perguruan tinggi. Di negeri ini, ada banyak istilah tentang kampus. Jurusannya pun ada ratusan.

Rekan-Rekanita kader IPNU IPPNU tidak perlu khawatir dengan pengembangan potensi akademik dan bakat minat. Semua akan kita temukan dengan mudah ketika menyapa dunia kampus.

Sebelum, menengukan kampus mana yang akan kalian tuju, maka perlu terlebih dahulu untuk diketahui perbedaan D1, D2, D3, D4 dan S1 agar tidak salah memilih jenjang studi.

Pada dasarnya, Berbagai Jenis Pendidikan Tinggi di Indonesia terbagi menjadi dua, yakni: pendidikan vokasi dan pendidikan akademik. Lalu, apa itu pendidikan vokasi? Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang menunjang pada penguasaan keahlian terapan tertentu yang meliputi program pendidikan D1 (diploma satu), D2 (diploma dua), D3 (diploma tiga) dan D4 (diploma empat).

Sedangkan, pendidikan akademik yakni pendidikan tinggi yang diarahkan, terutama pada penguasaan dan pengembangan disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan lain sebagainya yang mencakup program pendidikan sarjana (Strata satu atau S1), magister (Strata Dua atau S2) dan doktoral (Strata tiga atau S3).

Selama satu tahun atau dua semester, D1 akan mendapat beban matakuliah sebanyak 32 SKS (Satuan Kredit Semester). Setelah lulus, akan mendapat gelar A.P. (Ahli Pratama). 

Program pendidikan D2 (Diploma dua) memiliki masa belajar lebih lama dari D1, yaitu dua tahun dengan mendapatkan matakuliah praktik dan teori yang lebih banyak ketimbang D1. Ketika lulus, maka akan menyandang gelar A.Ma (Ahli Muda). 

Program pendidikan Diploma tiga (D3) memiliki durasi tempuh program studi D3 yakni tiga tahun dengan jumlah SKS sebanyak 112 SKS. Lulusan program studi D3 akan meraih gelar A.Md (Ahli Madya) dan menjadi lulusan yang siap kerja dan siap bersaing di dunia kerja profesional.

Program pendidikan D4 (Diploma empat) lebih banyak mempelajari ilmu praktik dibandingkan ilmu teori dengan masa pendidikan empat tahun dengan jumlah SKS yang wajib ditempuh sebanyak 144 SKS. Lulusan D4 seringkali disebut Sarjana Terapan. Setelah lulus maka akan meraih gelar S.ST (Sarjana Sains Terapan).

Baca juga: Siakad ATVI dan Fungsinya, Serta Sejarah ATKI Sejak 98

Berbeda dengan program pendidikan Diploma, program pendidikan S1 (Strata satu) mengedepankan ilmu teori ketimbang praktik. Pendidikan ini sangat cocok untuk yang mengedepankan ilmu teori dengan perbandingan sekitar 60% teori dan 40% ilmu praktik.

Program pendidikan S1 memiliki durasi tempuh empat tahun, dengan jumlah SKS sebanyak 144-166 SKS. Syarat kelulusan program studi ini adalah skripsi, yang memiliki beban 6 SKS. Setelah lulus, akan mendapat gelar Sarjana dengan awalan “S” yang diikuti dengan singkatan dari kategori pendidikan yang sudah diambil.

Selain mengenai itu semua (Berbagai Jenis Pendidikan Tinggi di Indonesia), kampus ada banyak istilah atau sebutan. Mulai dari Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, Akademi, Politeknik, dll. Semakin detail nama kampus, maka fokus atau konsentrasinya juga akan semakin kecil. Contoh: Universitas Negeri Malang (UM) akan lebih beragam jurusannya dari pada Akademi Televisi Indonesia, Universitas Indonesia akan lebih banyak jurusannya dari pada IAIN, dlsb.

Demikian Berbagai Jenis Pendidikan Tinggi di Indonesia untuk Calon Mahasiswa Baru 2022. Semoga bermanfaat.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama