IPNU Jatim Satu Komando, Rapimwil Desak PP IPNU Segera Selenggarakan Kongres

IPNU Jatim Satu Komando, Rapimwil Desak PP IPNU Segera Selenggarakan Kongres
IPNU Jatim Satu Komando, Rapimwil Desak PP IPNU Segera Selenggarakan Kongres | Ilustrasi: ChatGPT

MEDIA IPNU - Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) dan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, pada Sabtu-Ahad (9-10/05/2026). Forum tersebut menghasilkan sejumlah keputusan strategis, salah satunya mendesak Pimpinan Pusat (PP) IPNU untuk segera menyelenggarakan Kongres IPNU.

Desakan tersebut menjadi salah satu poin utama yang mengemuka dalam forum Rapimwil dan Rakorwil yang dihadiri pimpinan cabang IPNU se-Jawa Timur. Selain itu, forum juga merekomendasikan Jawa Tengah sebagai lokasi pelaksanaan Kongres mendatang.

Ketua PC IPNU Nganjuk, M. Abdur Rochim Fatoni, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @mrochim_fa menyampaikan bahwa momentum Rapimwil dan Rakorwil menjadi bentuk kesungguhan PW IPNU Jawa Timur dalam menyatukan langkah organisasi ke depan.

“Dalam momentum RAPIMWIL dan RAKORWIL yang dilaksanakan oleh IPNU Jawa Timur merupakan orientasi daripada kesungguhan PW IPNU Jawa Timur dalam menyatukan langkah ke depan dengan menata arah dan merawat gerakan,” tulisnya, Senin (11/05/2026).

Ia juga menyebut forum berlangsung dinamis dan mendapat antusias tinggi dari pimpinan cabang se-Jawa Timur. Menurutnya, kehadiran dan kontribusi peserta menunjukkan komitmen kader dalam mengawal arah organisasi.

PC IPNU Nganjuk sendiri hadir membawa amanah dari forum RAPIMCAB IPNU Nganjuk terkait usulan perubahan batas usia maksimal kepengurusan di setiap tingkatan organisasi. Usulan tersebut meliputi usia maksimal pengurus PAC 23 tahun, PKPT 22 tahun, PC 25 tahun, PW 26 tahun, dan PP 27 tahun.

Usulan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah PC lain dan disepakati menjadi salah satu rekomendasi PW IPNU Jawa Timur yang akan dibawa dalam forum Kongres.

Selain mendesak pelaksanaan Kongres, forum Rapimwil dan Rakorwil juga menghasilkan beberapa keputusan lain, di antaranya mendukung kembali gerakan IPNU Back To School dengan langkah yang lebih konkret, menguatkan satu komando saat Kongres berlangsung, serta mempertahankan eksistensi IPNU di lingkungan perguruan tinggi melalui forum LKPT.

Tak hanya itu, forum LEKAS juga mendorong pendataan kader IPNU yang memiliki usaha makanan untuk didistribusikan kepada mitra SPPG. Sementara forum LCBP menekankan pentingnya sosialisasi kebutuhan administrasi dan hal-hal teknis lainnya.

“Acara telah selesai tapi tindak lanjut akan kita kawal bersama-sama,” tutup Rochim dalam pernyataannya.(sd)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama