IPNU-IPPNU Manokwari Gencarkan Edukasi Kesehatan Reproduksi untuk Cegah Perkawinan Anak

IPNU-IPPNU Manokwari Gencarkan Edukasi Kesehatan Reproduksi untuk Cegah Perkawinan Anak
IPNU-IPPNU Manokwari Gencarkan Edukasi Kesehatan Reproduksi untuk Cegah Perkawinan Anak

MEDIA IPNU - Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Manokwari, Papua Barat, menggelar sosialisasi kesehatan reproduksi remaja dan pengelolaan diri (self-control) sebagai upaya pencegahan terhadap praktik perkawinan anak yang masih menjadi persoalan di kalangan pelajar.

Kegiatan yang mengusung tema Back to School, Back to Control: Pelajar Cerdas Mengelola Diri Menuju Indonesia Emas 2045 tersebut dilaksanakan selama 14–24 Januari 2026 di sejumlah sekolah dan madrasah di Kabupaten Manokwari.

Ketua PC IPNU Manokwari Muhammad Gibran Akbar menjelaskan, sosialisasi ini bertujuan membekali pelajar dengan pemahaman dasar mengenai kesehatan reproduksi serta kemampuan mengendalikan diri. Menurutnya, kedua hal tersebut merupakan faktor penting untuk mencegah perkawinan anak yang kerap dipicu oleh kehamilan tidak diinginkan (KTD).

“Pemahaman yang baik, diharapkan pelajar dapat membuat keputusan yang bertanggung jawab untuk masa depan mereka, terhindar dari perilaku berisiko, dan fokus pada pencapaian cita-cita,” ujarnya dikutip dari NU Online (Senin, 26/1/2026).

Akbar menambahkan, materi yang disampaikan tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran kritis remaja terhadap kondisi tubuh dan masa depan mereka. Ia menilai, keterbatasan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi kerap menempatkan pelajar pada situasi rentan yang berdampak jangka panjang.

“Penjelasan tentang risiko nyata seperti KTD dan putus sekolah, kami sajikan bukan untuk menakuti, tetapi sebagai bentuk kejujuran agar mereka memiliki pertimbangan yang matang dalam mengambil keputusan,” ucapnya.

Sosialisasi tersebut dilaksanakan di MIN 1 Manokwari, MIN 2 Manokwari, MI Miftahul Huda, MI Baitul Amin, MAN Manokwari, MTsN Manokwari, serta SMP Bastren Darussalam Aimasi. Akbar mengungkapkan, respons positif dari peserta dan pihak sekolah menunjukkan bahwa isu kesehatan reproduksi remaja masih sangat relevan dan dibutuhkan di lingkungan pendidikan.

“Kami menggunakan metode ceramah interaktif, Focus Group Discussion (FGD), dan permainan, ini berhasil menciptakan suasana yang partisipatif. Peserta banyak yang bertanya, baik saat sesi berlangsung maupun secara privat setelah acara. Ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan relevan dan menyentuh hal-hal yang memang ingin mereka ketahui,” ucap Akbar.

Sementara itu, Ketua PC IPPNU Manokwari Eka Kurnia menyatakan bahwa program tersebut tidak akan berhenti pada kegiatan kali ini. Ia menegaskan komitmen organisasi untuk memperluas pelaksanaan program Back to School ke lebih banyak sekolah dan madrasah di Kabupaten Manokwari.

“Kami berencana untuk memperluas jangkauan program Back to School ini ke lebih banyak sekolah dan madrasah di Kabupaten Manokwari,” ucap Eka.

Eka berharap kegiatan ini tidak hanya berkontribusi dalam menekan angka perkawinan anak dan kehamilan tidak diinginkan, tetapi juga membentuk pelajar yang matang secara emosional dan bertanggung jawab terhadap pilihan hidupnya.

“Kami berharap ilmu yang didapat tidak berhenti pada diri mereka sendiri, tetapi dapat dibagikan kepada teman sebaya. Efek pencegahannya akan lebih meluas, menciptakan lingkungan pertemanan yang saling mendukung untuk menjaga diri dari hal-hal yang dapat menjerumuskan,” tuturnya.

Di sisi lain, Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) IPPNU Papua Barat Sahara menyampaikan bahwa kegiatan ini melibatkan Penyuluh Keluarga Berencana dari Dinas Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) Provinsi Papua Barat sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor.

Sahara juga menekankan pentingnya peran pelajar sebagai agen perubahan di lingkungannya masing-masing setelah memperoleh pemahaman yang memadai.

“Kegiatan ini dirancang sesuai dengan tren zaman, menarik, dan interaktif agar para pelajar lebih aktif, bersemangat, dan terdorong untuk bersaing dalam hal-hal positif serta pengembangan diri mereka. Sosialisasi ini mampu membawa dampak nyata dalam menekan angka kehamilan di luar nikah serta membentuk generasi muda yang lebih berdaya dan berprestasi,” pungkasnya.

Kontributor: Rikhul Jannah

Baca juga:

INFO: Ikuti terus informasi berita terikini dari Media IPNU dengan follow Instagram @mediaipnu. Anda juga bisa ikut berkontribusi mengirimkan esai, opini, atau berita kegiatan IPNU IPPNU di daerah Rekan/Rekanita dengan mengirim email ke redaksimediaipnu@gmail.com atau klik di SINI.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama