![]() |
| Konfercab PC IPNU IPPNU Jombang 2026. (Foto: Kevin Nizar) |
MEDIA IPNU - Konferensi Cabang (Konfercab) Pimpinan
Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri
Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Jombang berlangsung meriah dengan jumlah
peserta yang membludak. Kegiatan tersebut digelar pada Ahad (15/2/2026) malam
di Aula SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang.
Selain menjadi forum
pemilihan ketua baru, konfercab ini sekaligus menegaskan komitmen pelajar NU
dalam menjaga marwah organisasi serta memperkuat kaderisasi.
Ketua PC IPNU Jombang
periode 2024–2026, M. Syahrul Munir, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan
yang diberikan kepadanya selama dua tahun masa khidmah. Ia menilai IPNU–IPPNU
Jombang telah menampilkan wajah organisasi yang inklusif.
Sebagai penyandang
disabilitas, Syahrul mengaku tidak pernah merasakan beban moral maupun
perundungan di internal organisasi. Sebaliknya, ia justru memperoleh kesempatan
untuk memimpin.
“Di luar sana banyak
gerakan anti-bullying. Tapi di IPNU–IPPNU, seorang disabilitas justru diberi
kesempatan untuk memimpin,” ujarnya.
Ia juga memaparkan
sejumlah capaian selama kepemimpinannya, termasuk keberhasilan mengembalikan
aset organisasi yang sebelumnya hilang. Syahrul berpesan agar kepengurusan
berikutnya terus menjaga marwah organisasi dan memperkuat soliditas kader.
“Ini bukti bahwa kita
strategis dalam menjaga dan merawat pemuda di Kabupaten Jombang,” tegasnya.
Ketua PC IPPNU
Jombang periode 2024–2026, Herlina Dwi Ariani, menyampaikan bahwa fokus
kepemimpinannya selama dua tahun terakhir adalah pada grand design kolaborasi
dan integrasi.
Berbagai program
unggulan telah direalisasikan, antara lain “Jumat Bahagia”, penguatan
komisariat di sekolah, serta kolaborasi dengan LP Ma’arif NU dalam pembentukan
komisariat baru.
IPPNU Jombang juga
menjalin kerja sama dengan DPRD Jombang dan Dinas PPKB PPPA. Melalui riset
Jombang Student Research yang digagas lembaga litbang, terungkap masih adanya
kasus kekerasan, khususnya bullying, di kalangan pelajar. Hasil riset tersebut
kemudian disampaikan kepada DPRD Jombang yang tengah menyusun Raperda
Perlindungan Perempuan dan Anak.
“Alhamdulillah,
pelajar NU bisa ikut menyumbangkan pikiran dalam penyusunan raperda di
Kabupaten Jombang,” ujarnya.
Dalam aspek
integrasi, IPPNU secara rutin menyelenggarakan Sharing Inspirasi (Serasi) yang
disiarkan langsung melalui media sosial dan mampu menjangkau lebih dari 1.000
penonton.
Penguatan kaderisasi
turut dilakukan melalui Latihan Pelatih dan Latihan Instruktur (Latin-Latpel)
serta Diklatsus DKC CBP-KPP Jombang.
Ketua PW IPNU Jawa
Timur, Muhammad Rafli Rifki Reza, memberikan apresiasi atas perkembangan
IPNU–IPPNU Jombang yang dinilai semakin progresif.
“NU tidak boleh hanya
hadir sebagai ideologi, tetapi harus menjadi gerakan,” tegasnya.
Ia menilai
pertambahan jumlah ranting dan komisariat menjadi indikator nyata kinerja
kepengurusan. Rafli juga menekankan bahwa khidmat merupakan kenikmatan yang
tidak semua anak muda dapat rasakan.
Bendahara PCNU
Jombang, KH Rohmatul Akbar atau Gus Bang, mengingatkan pentingnya suasana forum
yang adem dan kondusif. Menurutnya, kekompakan menjadi kunci utama dalam berkhidmat.
“Pertolongan Allah
hadir bersama jamaah, bersama orang-orang yang bersatu. Jangan sampai kita
pecah,” pesannya.
Ketua PCNU Jombang,
KH Fahmi Amrullah Hadziq, mengaku terkejut dengan jumlah peserta yang hadir. Ia
menyebut konfercab kali ini sebagai yang paling meriah.
“Ketika pertama masuk
ruangan, saya kira sekitar 200 peserta. Ternyata seperti pengajian umum,
pesertanya sampai ribuan. Ini konfercab paling meriah,” ujarnya.
Ia berpesan agar
seluruh peserta bersikap dewasa dalam berforum. Menurutnya, yang terpilih tidak
boleh jumawa, sedangkan yang belum terpilih tidak perlu berkecil hati.
“Menjadi pengurus
bukan kebanggaan, dan tidak menjadi pengurus bukan kehinaan. Kita tetap bisa
berkhidmat di jam’iyah,” tegasnya.
Bupati Jombang,
Warsubi, yang diwakili Sekretaris DPRD Jombang Danang Praptoko, turut
menyampaikan apresiasi. Ia berharap konfercab dapat melahirkan kepengurusan
yang amanah dan solid.
“Kalian adalah
generasi 10–20 tahun ke depan yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan di
Jombang, bahkan nasional. Persiapkan diri dengan ilmu, akhlak, dan pengalaman
berorganisasi,” pesannya.
Konfercab tersebut
tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, kegiatan ini
menjadi momentum peneguhan khidmat, persatuan, dan komitmen pelajar NU Jombang
untuk terus tumbuh sebagai kekuatan kaderisasi yang berdaya dan bermartabat.
Kontributor: Kevin Nizar
Baca juga:
- Ahmad Hasbi dan Intan Wahyuni Terpilih sebagai Ketua PC IPNU IPPNU Solok
- PC IPNU IPPNU Pesawaran Lampung Gelar Lakmud, Siapkan Calon Pemimpin Masa Depan NU
- PC IPNU IPPNU Pidie Jaya Aceh Gelar Makesta dan Konfercab, Komitmen Jaga Nilai Aswaja
- Lakmud V IPNU IPPNU Lombok Barat Nyalakan Api Semangat dalam Gelapnya Tantangan
- PK IPNU IPPNU MA Minhajut Tholabah Purbalingga Gelar Semarak Pelajar Hijau
INFO: Ikuti terus informasi berita terikini dari Media IPNU dengan follow Instagram @mediaipnu. Anda juga bisa ikut berkontribusi mengirimkan esai, opini, atau berita kegiatan IPNU IPPNU di daerah Rekan/Rekanita dengan mengirim email ke redaksimediaipnu@gmail.com atau klik di SINI.
