![]() |
| Kitab Ma La ‘Ainun Ra’at karya Muhammad Alawi al-Maliki |
Melalui kitab ini, Sayyid
Muhammad Alawi al-Maliki—ulama besar asal Makkah dari kalangan Ahlus Sunnah wal
Jamaah—mengajak pembaca menyelami realitas akhirat secara ilmiah, teologis, dan
spiritual. Kitab ini bukan sekadar deskripsi imajinatif tentang surga,
melainkan kajian sistematis berbasis Al-Qur’an, hadis, dan pendapat para ulama
klasik.
1. Tema Sentral: Eskatologi Islam (Ilmu tentang Akhirat)
Fokus utama kitab ini adalah
pembahasan tentang kehidupan setelah mati (al-sam’iyyat), khususnya:
- Hakikat surga (al-jannah)
- Tingkatan-tingkatannya
- Kenikmatan jasmani dan ruhani
- Kenikmatan melihat Allah (ru’yatullah)
- Keabadian kehidupan akhirat
Dalam kerangka ilmu akidah,
pembahasan ini termasuk cabang eskatologi—bagian dari teologi Islam yang
membahas perkara-perkara gaib yang diketahui melalui wahyu. Al-Maliki
menegaskan bahwa keimanan kepada surga bukan simbolik atau metaforis, tetapi
realitas hakiki yang wajib diyakini.
2. Metodologi Ilmiah: Dalil Naqli dan Otoritas Ulama
Salah satu kekuatan Ma La
‘Ainun Ra’at terletak pada metodologinya. Penulis tidak mengandalkan narasi
populer atau kisah-kisah lemah, tetapi menyusun argumen berdasarkan:
- Ayat-ayat Al-Qur’an
- Hadis sahih
- Pendapat ulama Ahlus Sunnah
seperti Imam al-Ghazali, al-Qurtubi, dan lainnya
Dengan pendekatan ini, kitab
tersebut menjadi karya ilmiah dalam disiplin akidah. Ia membentengi pembaca
dari dua kecenderungan ekstrem:
- menolak realitas surga secara
rasionalistik, atau
- menerima kisah-kisah tanpa
landasan yang sahih.
3. Dimensi Teologis: Hakikat Kenikmatan Surga
Al-Maliki menjelaskan bahwa
kenikmatan surga memiliki dua dimensi:
a. Kenikmatan Jasmani
Meliputi gambaran
sungai-sungai, taman-taman, istana, makanan, pakaian, dan pertemuan keluarga.
Semua ini ditegaskan sebagai realitas fisik yang sesuai dengan alam
akhirat—bukan sekadar simbol.
Namun, beliau juga menekankan
bahwa hakikatnya berbeda dari dunia. Bahasa Al-Qur’an menggunakan istilah yang
dikenal manusia agar bisa dipahami, tetapi substansinya melampaui pengalaman
duniawi.
b. Kenikmatan Ruhani
Puncak kenikmatan adalah
ru’yatullah—melihat Allah SWT. Inilah kenikmatan tertinggi yang melebihi seluruh
kenikmatan material. Dalam hal ini, Al-Maliki membela pandangan Ahlus Sunnah
bahwa kaum mukminin akan melihat Allah di akhirat tanpa menyerupakan-Nya dengan
makhluk.
Di sini terlihat kedalaman
ilmu kalam (teologi) yang terkandung dalam kitab ini.
4. Integrasi Tasawuf dan Akidah
Meski bertema akidah, Ma
La ‘Ainun Ra’at juga sarat nuansa tasawuf. Al-Maliki menjelaskan bahwa
surga bukan sekadar tujuan akhir, tetapi motivasi spiritual untuk memperbaiki
diri.
Ia menghubungkan antara:
- Amal saleh
- Keikhlasan
- Cinta kepada Allah dan Rasul
- Kerinduan terhadap kehidupan
abadi
Pendekatan ini memperlihatkan
bahwa iman kepada akhirat memiliki dampak etis dan psikologis. Orang yang yakin
akan surga akan lebih sabar, lebih ikhlas, dan lebih berorientasi jangka
panjang dalam hidupnya.
5. Ilmu Bahasa dan Tafsir
Kitab ini juga mengandung
dimensi ilmu tafsir dan balaghah (retorika bahasa Arab). Al-Maliki sering
menjelaskan makna lafaz Al-Qur’an secara linguistik untuk menunjukkan kedalaman
maknanya.
Misalnya, ketika membahas
istilah “jannat”, beliau menguraikan akar kata dan konotasi maknanya
sebagai “sesuatu yang tertutup dan menaungi.” Ini menunjukkan bahwa surga
adalah tempat perlindungan dan kedamaian sempurna.
Pendekatan ini memperlihatkan
keluasan wawasan beliau dalam ilmu tafsir dan bahasa Arab.
6. Relevansi Spiritual di Era Modern
Di tengah dunia modern yang
cenderung materialistik dan pragmatis, pembahasan tentang akhirat sering
dianggap kurang relevan. Namun, justru di situlah pentingnya kitab ini.
Al-Maliki mengingatkan bahwa
krisis manusia modern bukan hanya krisis ekonomi atau politik, tetapi krisis
orientasi hidup. Dengan menghidupkan kembali kesadaran akan akhirat, manusia
memiliki horizon yang lebih luas daripada sekadar kehidupan dunia yang singkat.
Keyakinan terhadap surga:
- Memberikan harapan di tengah
penderitaan
- Menguatkan moralitas
- Menjadi kontrol batin terhadap
perilaku
7. Posisi Kitab dalam Tradisi Ahlus Sunnah
Sebagai ulama Makkah abad
ke-20, Muhammad Alawi al-Maliki dikenal konsisten membela tradisi Ahlus Sunnah
wal Jamaah yang moderat dan berakar pada warisan klasik. Ma La ‘Ainun Ra’at
menjadi salah satu bukti komitmennya dalam menjaga kemurnian akidah dari
penyimpangan.
Kitab ini bukan polemik,
melainkan penguatan iman. Ia mengedepankan argumentasi ilmiah yang tenang dan
penuh adab.
Penutup
Ma La ‘Ainun Ra’at adalah karya yang memadukan ilmu akidah, tafsir, hadis,
tasawuf, dan bahasa Arab dalam satu kesatuan yang utuh. Ia mengajak pembaca
bukan sekadar membayangkan surga, tetapi mengimaninya secara sadar dan ilmiah.
Jika dunia modern sering
membuat manusia kehilangan arah, maka kitab ini mengembalikan orientasi hidup
kepada tujuan yang hakiki: kehidupan abadi yang “tidak pernah dilihat mata dan
tidak pernah terlintas dalam hati manusia.”
Bagi siapa pun yang ingin
memperdalam pemahaman tentang eskatologi Islam dalam kerangka Ahlus Sunnah wal
Jamaah, kitab ini merupakan rujukan yang bernilai dan relevan sepanjang zaman.
Baca juga:
- Kitab Tajul ‘Arus Al-Hawi Li Tahdzibin Nufus pdf
- IPNU IPPNU Warungasem Batang Bentuk Relawan Pemateri Keagamaan di Madrasah
- Latin Latpel IPNU IPPNU Rembang 2026 Lahirkan Instruktur dan Pelatih Berintegritas
- IPNU IPPNU dan Urgensi Advokasi Pelajar 2026
- Pengukuhan DKC CBP IPNU Kendal Periode 2025-2027, Berikut Susunannya
- Raker PK IPNU IPPNU Ponpes Assa’adah Depok Teguhkan Kaderisasi dan Program Berdampak
INFO: Ikuti terus informasi berita terikini dari Media IPNU dengan follow Instagram @mediaipnu. Anda juga bisa ikut berkontribusi mengirimkan esai, opini, atau berita kegiatan IPNU IPPNU di daerah Rekan/Rekanita dengan mengirim email ke redaksimediaipnu@gmail.com atau klik di SINI.
